001. (Apakah kamu tidak
memperhatikan) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna takjub; artinya
sepatutnya kamu merasa takjub (bagaimana Rabbmu telah bertindak terhadap tentara
bergajah) orang yang mempunyai gajah itu bernama Mahmud yang disertai oleh
teman-temannya, yaitu raja negeri Yaman yang bernama Abrahah berikut tentaranya.
Dia telah membangun sebuah gereja di Shan'a dengan tujuan supaya orang-orang
berpaling dari menziarahi Mekah dan tidak menziarahinya lagi. Pada suatu hari
ada seseorang lelaki dari Kinanah telah membuat kejadian di gereja tersebut, ia
melumuri bagian gereja yang dijadikan kiblat dengan kotoran unta dengan maksud
menghinanya. Abrahah bersumpah untuk menghancurkan Ka’bah. Lalu ia datang ke
Mekah bersama tentaranya, beserta gajah-gajah milik Mahmud tadi. Ketika mereka
mulai bergerak hendak menghancurkan Ka’bah, Allah mengirimkan kepada mereka apa
yang dikisahkan-Nya melalui firman selanjutnya yaitu:
002. (Bukankah Dia
menjadikan) telah menjadikan (tipu daya mereka itu) dalam rangka menghancurkan
Ka’bah (sia-sia) maksudnya hanya menjerumuskan mereka ke dalam kerugian dan
kebinasaan.
003. (Dan Dia mengirimkan
kepada mereka burung yang berbondong-bondong) atau yang bergelombang secara
berturut-turut. Menurut suatu pendapat bahwa lafal Abaabiil ini tidak ada bentuk
Mufradnya, sama halnya dengan lafal Asaathiir. Menurut pendapat yang lain bahwa
bentuk tunggalnya adalah Abuul atau Ibaal atau Ibbiil yang wazannya sama dengan
'Ajuul, Miftaah dan Sikkiin.
004. (Yang melempar
mereka dengan batu berasal dari tanah yang terbakar) yakni tanah liat yang
dibakar.
005. (Lalu Dia menjadikan
mereka seperti daun-daun yang dimakan) atau bagaikan daun tanaman yang dimakan
oleh ternak, kemudian diinjak-injak dan dicabik-cabiknya. Allah telah
membinasakan setiap orang dari mereka dengan batu yang padanya telah tertulis
nama orang yang dikenainya. Setiap batu bentuknya lebih besar sedikit daripada
biji 'adasah dan agak kecil daripada biji kacang Humsh; batu itu dapat menembus
topi baja tentara yang berjalan kaki dan gajah yang dibawanya, kemudian batu itu
jatuh ke tanah setelah menembus badan mereka. Hal tersebut terjadi pada tahun
kelahiran Nabi saw.
Tag :
105. Qs. Al-Fiil
0 Komentar untuk "105. Qs. Al-Fiil : 1-5"