001. (Kecelakaanlah)
lafal Al-Wail ini adalah kalimat kutukan, atau nama sebuah lembah di neraka
Jahanam (bagi setiap pengumpat lagi pencela) artinya yang banyak mengumpat dan
banyak mencela. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang suka
mengumpat Nabi saw. dan orang-orang mukmin, seperti Umaiyah bin Khalaf, Walid
bin Mughirah dan lain-lainnya.
002. (Yang mengumpulkan)
dapat dibaca Jama'a dan Jamma'a (harta dan menghitung-hitungnya) dan
menjadikannya sebagai bekal untuk menghadapi bencana dan malapetaka.
003. (Dia menduga) karena
kebodohannya (bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya) dapat menjadikannya hidup
kekal dan tidak mati.
004. (Sekali-kali tidak!)
kalimat ini mengandung makna sanggahan. (Sesungguhnya dia benar-benar akan
dilemparkan) menjadi Jawab Qasam dari lafal yang tidak disebutkan; artinya
sesungguhnya dia benar-benar akan dicampakkan (ke dalam Huthamah) dan segala
sesuatu yang dimasukkan ke dalamnya pasti hancur berkeping-keping.
005. (Dan tahukah kamu)
atau apakah kamu mengetahui (apa Huthamah itu?)
006. (Yaitu api -yang
disediakan- Allah yang dinyalakan) yang dinyalakan dengan besarnya.
007. (Yang naik)
maksudnya panasnya naik membakar (sampai ke hati) lalu membakarnya; rasa sakit
yang diakibatkan api neraka jauh lebih memedihkan daripada api lainnya, karena
api neraka sangat lembut dan dapat memasuki pori-pori, lalu membakar
hati.
008. (Sesungguhnya api
itu atas mereka) di dalam ayat ini Dhamir dijamakkan karena memandang dari segi
makna (ditutup rapat-rapat) dapat dibaca Mu`shadah dan Muushadah; artinya mereka
dibakar dengan api itu dalam keadaan ditutup rapat.
009. (Pada tiang-tiang)
dapat dibaca 'Amadin dan 'Umudin (yang panjang) lafal ini menjadi sifat dari
lafal sebelumnya; dengan demikian maka api itu berada dalam tiang-tiang
tersebut.
Tag :
104. Qs. Al-Humazah
0 Komentar untuk "104. Qs. Al-Humazah : 1-9"