001. (Hari kiamat)
dinamakan Al-Qaari'ah karena kengerian-kengerian yang terjadi di dalamnya sangat
menggentarkan kalbu.
002. (Apakah hari kiamat
itu?) ungkapan ini menggambarkan tentang kengeriannya; ayat yang pertama dan
ayat yang kedua merupakan Mubtada dan Khabarnya.
003. (Tahukah kamu) atau
apakah kamu tahu (apakah hari kiamat itu?) ungkapan ayat ini menambah kengerian
yang terdapat di hari kiamat. Lafal Maa yang pertama adalah Mubtada sedangkan
lafal sesudahnya yaitu lafal Adraaka merupakan Khabarnya; dan Maa yang kedua
berikut Khabarnya berkedudukan sebagai Maf'ul kedua dari lafal Adraa.
004. (Pada hari itu)
dinashabkan oleh lafal yang disimpulkan dari pengertian yang terkandung di dalam
lafal Al-Qaari'ah yakni lafal Taqra'u, artinya pada hari yang menggentarkan itu
(manusia adalah seperti anai-anai yang dihambur-hamburkan) atau seakan-akan
belalang-belalang yang dihambur-hamburkan; sebagian di antaranya terbang
beriring-iringan dengan yang lainnya secara semrawut. Demikian itu karena mereka
dalam keadaan kebingungan, hal ini terus berlangsung hingga mereka dipanggil
untuk menjalani perhitungan amal perbuatan.
005. (Dan gunung-gunung
adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan) atau bagaikan wool yang
terhambur-hamburkan, karena ringannya, sehingga jatuh kembali rata dengan
tanah.
006. (Dan adapun orang
yang berat timbangannya) artinya amal kebaikannya lebih berat daripada amal
keburukannya.
007. (Maka dia berada
dalam kehidupan yang memuaskan) yaitu berada di dalam surga; atau dengan kata
lain kehidupan yang diterimanya itu sangat memuaskannya.
008. (Dan adapun orang
yang ringan timbangannya) artinya amal keburukannya lebih berat daripada amal
kebaikannya.
009. (Maka tempat
kembalinya) yaitu tempat tinggalnya (adalah neraka Haawiyah.)
010. (Dan tahukah kamu,
apakah Haawiyah itu?) atau apakah neraka Haawiyah itu?
011. Neraka Haawiyah itu
adalah (api yang sangat panas) yang panasnya luar biasa; huruf Ha yang terdapat
pada lafal Hiyah adalah Ha Sakat, baik dalam keadaan Washal ataupun Waqaf tetap
dibaca. Tetapi menurut suatu qiraat tidak dibaca bila dalam keadaan
Washal.
Tag :
101. Qs. Al-Qaari'ah
0 Komentar untuk "101. Qs. Al-Qaari'ah : 1-11"